Sabtu, 10 Maret 2012


Bahaya seks bebas


a)  Bahaya seks bebas
Pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat pentingdalam pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis.Padahal pada masa remaja informasi tentang masalah seksual sudahseharusnya mulai diberikan, agar remaja tidak mencari informasi dari oranglain atau dari sumber-sumber yang tidak jelas atau bahkan keliru sama sekali.Pemberian informasi masalah seksual menjadi penting terlebih lagi mengingatremaja berada dalam potensi seksual yang aktif, karena berkaitan dengandorongan seksual yang dipengaruhi hormon dan sering tidak memilikiinformasi yang cukup mengenai aktivitas seksual mereka sendiri (Handbook of Adolecent psychology, 1980). Tentu saja hal tersebut akan sangat berbahayabagi perkembangan jiwa remaja bila ia tidak memiliki pengetahuan daninformasi yang tepat. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar remaja kitatidak mengetahui dampak dari perilaku seksual yang mereka lakukan,seringkali remaja sangat tidak matang untuk melakukan hubungan seksualterlebih lagi jika harus menanggung resiko dari hubungan seksual tersebut.Karena meningkatnya minat remaja pada masalah seksual dan sedang beradadalam potensi seksual yang aktif, maka remaja berusaha mencari berbagaiinformasi mengenai hal tersebut. Dari sumber informasi yang berhasil merekadapatkan, pada umumnya hanya sedikit remaja yang mendapatkan selukbeluk seksual dari orang tuanya. Oleh karena itu remaja mencari ataumendapatkan dari berbagai sumber informasi yang mungkin dapat diperoleh,misalnya seperti di sekolah atau perguruan tinggi, membahas dengan teman-teman, buku-buku tentang seks, media massa atau internet.Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak, masa yang penuh denganberbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru sebagai bekaluntuk mengisi kehidupan mereka kelak. Disaat remajalah proses menjadimanusia dewasa berlangsung. Pengalaman manis, pahit, sedih, gembira, lucubahkan menyakitkan mungkin akan dialami dalam rangka mencari jati diri.Sayangnya, banyak diantara mereka yang tidak sadar bahwa beberapapengalaman yang tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan.Rasa ingin tahu dari para remaja kadang-kadang kurang disertai pertimbanganrasional akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. Daya tarik persahabatanantar kelompok, rasa ingin dianggap sebagai manusia dewasa, kaburnya nilai-nilai moral yang dianut, kurangnya kontrol dari pihak yang lebih tua (dalam halini orang tua), berkembangnya naruli seks akibat matangnya alat-alat kelaminsekunder, ditambah kurangnya informasi mengenai seks dari sekolah/lembagaformal serta bertubi-tubinya berbagai informasi seks dari media massa yangtidak sesuai dengan norma yang dianut menyebabkan keputusan-keputusanyang diambil mengenai masalah cinta dan seks begitu kompleks danmenimbulkan gesekan-gesekan dengan orang tua ataupun lingkungankeluarganya.Memasuki Milenium baru ini sudah selayaknya bila orang tua dan kaumpendidik bersikap lebih tanggap dalam menjaga dan mendidik anak danremaja agar ekstra berhati-hati terhadap gejala-gejala sosial, terutama yangberkaitan dengan masalah seksual, yang berlangsung saat ini. Seiringperkembangan yang terjadi sudah saatnya pemberian penerangan danpengetahuan masalah seksualitas pada anak dan remaja ditingkatkan.Pandangan sebagian besar masyarakat yang menganggap seksualitas 4 Yunior Rahmawan Usop merupakan suatu hal yang alamiah, yang nantinya akan diketahui dengansendirinya setelah mereka menikah sehingga dianggap suatu hal tabu untukdibicarakan secara terbuka, nampaknya secara perlahan-lahan harus diubah.Sudah saatnya pandangan semacam ini harus diluruskan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan membahayakan bagi anak dan remaja sebagaigenerasi penerus bangsa. Remaja yang hamil di luar nikah, aborsi, penyakitkelamin, dll, adalah contoh dari beberapa kenyataan pahit yang sering terjadipada remaja sebagai akibat pemahaman yang keliru mengenai seksualitas.
b)      Permasalahan
Arus modernisasi juga berdampak negatif di kalangan remaja. Banyakdiantaranya yang telah melakuka seks bebas. Pendidikan seks dandampaknya masih kurang diperkenalkan kepada remaja Indonesia.Sebagian kecil remaja Indonesia telah melakukan seks bebas terhadappacar atau temanya. Akses informasi yang begitu cepat melaluiinternet, komik dewasa, Film dan game menyerbu remaja yangdikemas sedemikian rupa sehingga perbuatan seks dianggap lumrahdan menyenangkan. Adapun faktor-faktor yang dianggap berperan dalam munculnya permasalahanseksual pada remaja, menurut Sarlito W. Sarwono (Psikologi Remaja,1994)adalah sebagai berikut :1. Perubahan-perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksual remaja.Peningkatan hormon ini menyebabkan remaja membutuhkan penyalurandalam bentuk tingkah laku tertentu2. Penyaluran tersebut tidak dapat segera dilakukan karena adanyapenundaan usia perkawinan, baik secara hukum oleh karena adanya undang-undang tentang perkawinan, maupun karena norma sosial yang semakin lamasemakin menuntut persyaratan yang terus meningkat untuk perkawinan(pendidikan, pekerjaan, persiapan mental dan lain-lain)3. Norma-norma agama yang berlaku, dimana seseorang dilarang untukmelakukan hubungan seksual sebelum menikah. Untuk remaja yang tidakdapat menahan diri memiliki kecenderungan untuk melanggar hal-haltersebut.
Bab II Pembahasana) Pendidikan Seks

1.      Pengertian Pendidikan SeksPendidikan seks dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomifisiologi seks manusia, bahaya penyakit kelamin dan sebagainya.Pendidikan seks bisa juga diartikan sebagai sex play  yang hanya perludiberikan kepada orang dewasa. Pendidikan seks bukan hanyamengenai penerangan seks dalam arti heterosexual, dan bukan semata-mata menyangkut masalah biologis atau fisiologis, melainkan jugameliputi psikologis, sosio-kultural, agama, dan kesehatan. Dalampendidikan sek dapat dibedakan antara sex intruction yaitu peneranganmengenai anatomi, mengenai biologi dari reproduksi, pembinaankeluarga dan metode kontrasepsi


cara mengatasi seks bebas
b).       Cara Mencegah Prilaku Seks Bebas Pada Remaja
Dewasa ini, permasalahan remaja kita merupakan persoalan yang sangat serius. Jika permasalahan remaja yang ada di negeri ini tidak dikurangi dan diselesaikan dengan cepat maka dapat menyebabkan hancurnya tatanan bangsa di masa depan. Beberapa faktor yang mendorong anak remaja usia sekolah SMP dan SMA melakukan hubungan seks di luar nikah diantaranya adalah pengaruh liberalisme atau pergaulan hidup bebas, faktor lingkungan dan faktor keluarga yang mendukung ke arah perilaku tersebut serta pengaruh dari media massa. Seks bebas adalah perilaku seks di luar hubungan pernikahan. Menurut Sigmund Freud, seks adalah naluri dasar yang sudah ada sejak manusia lahir. Sejak lahir, manusia sudah menjadi mahluk yang seksual atau memiliki libido (enerji seksual) yang mengalami perkembangan melalui fase yaitu: oral, anal, falik dan genital. Berikut beberapa saran yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah prilaku seks bebas pada remaja: Adanya kasih sayang, perhatian dari orang tua dalam hal apapun serta pengawasan yang tidak bersifat mengekang. Salah satu faktor terbesar yang mengakibatkan remaja kita terjerumus ke dalam prilaku seks bebas adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Perilaku seks bebas pada remaja saat ini sudah cukup parah. Peranan agama dan keluarga sangat penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut. Sebagai makhluk yang mempunyai sifat egoisme yang tinggi maka remaja mempunyai pribadi yang sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan di luar dirinya akibat dari rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Tanpa adanya bimbingan maka remaja dapat melakukan perilaku menyimpang. Untuk itu, diperlukan adanya keterbukaan antara orang tua dan anak dengan melakukan komunikasi yang efektif. Mungkin seperti menjadi tempat curhat bagi anak-anak anda, mendukung hobi yang diinginkan selama kegiatan tersebut positif untuk dia. Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi. Pada usia remaja, mereka selalu mempunyai keinginan untuk mengetahui, mencoba dan mencontoh segala hal. Seperti dari media massa dan elektronik yang membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti seperti yang ada dalam tayangan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengawasan dalam hal tersebut. Mungkin dengan mendampingi mereka saat melihat tayangan tersebut. Menambah kegiatan yang positif di luar sekolah, misalnya kegiatan olahraga. Selain menjaga kesehatan tubuh, kesibukan di luar sekolah seperti olahraga dapat membuat perhatian mereka tertuju ke arah kegiatan tersebut. Sehingga, memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk melakukan penyimpangan prilaku seks bebas. Perlu dikembangkan model pembinaan remaja yang berhubungan dengan kesehatan produksi. Perlu adanya wadah untuk menampung permasalahan reproduksi remaja yang sesuai dengan kebutuhan. Informasi yang terarah baik secara formal maupun informal yang meliputi pendidikan seks, penyakit menular seksual, KB dan kegiatan lain juga dapat membantu menekan angka kejadian perilaku seks bebas di kalangan remaja. Perlu adanya sikap tegas dari pemerintah dalam mengambil tindakan terhadap pelaku seks bebas. Dengan memberikan hukuman yang sesuai bagi pelaku seks bebas, diharapkan mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut.

1 komentar: